Senin, 19 Januari 2015

PENGKINIAN DATA ANGGOTA JEMAAT DAN ANGGOTA SIMPATISAN GKI TAMAN MAJAPAHIT


Dalam rangka PENGKINIAN DATA ANGGOTA JEMAAT dan ANGGOTA SIMPATISAN di lingkungn GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah maka GKI Sinode Wilayah Jateng meluncurkan program Sistem Informasi Sinode WilAyah yang disingkat dengan nama SISWA. Tujuan program ini agar data anggota jemaat dan anggota simpatisan dapat ter-link se Sinode Wilayah Jateng. Untuk itu kami sebagai Tim Database GKI Taman Majapahit Semarang mengharapkan bantuan, perhatian dan kerjasamanya untuk terlaksananya program SISWA tersebut. Adapun teknis pelaksanaannya adalah sbb :

1.  Pamong Wilayah dimasing-masing wilayah akan mengunjungi rumah anggota jemaat dan anggota simpatisan untuk membagikan Formulir Pengkinan Data Anggota Jemaat atau Formulir Pengkinian Data Anggota Simpatisan, serta mendampingi dalam pengisian formulir tersebut. Untuk mempercepat pengisian formulir tsb dimohon anggota jemaat dan anggota simpatisan untuk menyiapkan fotocopy KK, KTP, Surat Baptis/Sidi (bagi yg sudah baptis/sidi) dan Akte Nikah (bagi yg sudah menikah)

2. Tim Database GKI Taman Majapahit akan menyiapkan  Formulir Pengkinan Data Anggota Jemaat atau Formulir Pengkinian Data Anggota Simpatisan di depan pintu utama gedung gereja setelah selesai Ibadah.  Untuk mempercepat pengisian formulir tsb dimohon anggota jemaat dan anggota simpatisan untuk menyiapkan fotocopy KK, KTP, Surat Baptis/Sidi (bagi yg sudah baptis/sidi) dan Akte Nikah (bagi yg sudah menikah)

3. Tim Database GKI Taman Majapahit juga menyiapkan formulir versi online, sehingga Anggota Jemaat dan Anggota Simpatisan dapat mengisi  Formulir Pengkinan Data Anggota Jemaat atau Formulir Pengkinian Data Anggota Simpatisan tsb secara online.

Formulir Pengkinan Data Anggota Jemaat (keluarga) :

Formulir Pengkinan Data Anggota Simpatisan (keluarga) : 

Formulir Pengkinan Data Anggota Jemaat/ Anggota Simpatisan (induvidu) :

Untuk kelancaran proses Pengkinian Data Anggota Jemaat dan Anggota Simpatisan, mohon dukungan dan partisipasi dari segenap anggota jemaat dan anggota simpatisan GKI Taman Majapahit Semarang.

Tuhan memberkati kita semua.

Selasa, 09 Oktober 2012

DOA BAPA KAMI

mari menyanyikan DOA BAPA KAMI 






mp3 DOA BAPA KAMI dapat diunduh di http://www.4shared.com/get/1dI_6BqE/doa_bapa_kami_versi_gki_petero.html


Bagaimana menyanyikan MAZMUR Tanggapan ?


BAGAIMANA MENYANYIKAN MAZMUR TANGGAPAN ?

Seiring dengan dipergunakannya leksionari dalam Kebaktian Minggu GKI, dimana setelah Bacaan Pertama umat diminta merespon atau menanggapi dengan sebuah Mazmur. Bagaiman menyanyikan MAZMUR Tanggapan ?

1.   Kenalilah pola nyanyian Mazmur ini.
Pada umumnya terdiri dari:
•   Refrain : bagian ini memakai melodi sederhana dan akan dinyanyikan bersama oleh umat. Refrain merupakan respon umat dimana teksnya diambil dari ayat-ayat Mazmur yg diberi penekanan atau dipandang tepat sebagai respon. Umat akan menyanyikan refrain di awal lagu, di antara bait-bait lagu, dan di akhir lagu.
•   Bait : bagian ini memiliki pola melodi yang lebih kompleks dan akan dinyanyikan oleh cantor. Seorang cantor bisa jadi adalah solis yg ditunjuk secara khusus, Pemandu Nyanyian Jemaat, atau solis yg dipilih dari anggota Paduan Suara.

2.   Mengingat setiap minggu umat akan berhadapan dengan refrain mazmur yg baru, maka umat perlu diajari bagaimana menyanyikan refrain mazmur-mazmur ini. Hal ini dapat dilakukan dengan:
•   Mengajarkan kepada umat 10-15 menit sebelum kebaktian dimulai. Ajarkanlah hanya bagian refrain-nya. Mengingat melodinya sederhana, refrain cukup dinyanyikan berulang sebanyak 3-4 kali.
•   Mengajarkan kembali kepada umat ketika Mazmur dinyanyikan.
     Caranya dengan memberi kesempatan pada cantor untuk menyanyikan terlebih dulu refrain mazmur satu kali sebagai contoh. Baru kemudian seluruh umat menyanyikan refrainnya, disusul dengan cantor yg menyanyikan bait-baitnya secara bersahutan dengan refrain yg dinyanyikan oleh umat.
•   Cantor menyanyikan refrain dengan microphone hanya ketika memberi contoh kepada umat. Setelah itu, ketika umat menyanyikan refrain, hendaknya cantor tidak menyanyi di depan microphone, agar suaranya tidak dominan. Dengan demikian nyanyian mazmur ini akan benar-benar terdengar bersahut-sahutan antara cantor dengan umat.

3. Buku Nyanyian Mazmur ini ditujukan bagi para pelayan musik, utamanya pemusik dan cantor/cantoria. Oleh sebab itu ditulis notasi lengkap untuk untuk cantor beserta akor keyboard.  Karena umat hanya menyanyikan bagian refrain, jika hendak memperbanyak nyanyian ini dan menyisipkannya ke dalam Warta Jamaat, melodi pada bait-baitnya dan juga akornya tidak perlu dituliskan.*

 (dikutip dari buku “Nyanyian Mazmur Tahun B  Agustus-November 2012” Komisi Liturgi dan Musik Sinode GKI, 2012. Untuk mengakses contoh rekaman audio dari nyanyian mazmur tanggapan ini, silakan mengunjungi situs www.juswantori.com).

MAZMUR dalam IBADAH


MAZMUR dalam IBADAH 

Penggunaan kitab Mazmur sebagai buku nyanyian telah dikenal sejak jaman Perjanjian Lama sampai kini. Menyanyikan Mazmur dipandang sebagai hal penting dalam ibadah, seperti diungkapan oleh tokoh gereja, John Chrysostom (347-407 M) yang mengatakan bahwa Mazmur itu menyenangkan, berguna, kudus dan merupakan dasar filosofi, karena syairnya membersihkan jiwa dan Roh Kudus menyentuh orang yang menyanyikannya. Martin Luther pun menyatakan bahwa, Mazmur yang syair-syairnya penuh kata-kata yang dipakai orang-orang kudus untuk menyapa Tuhan, membuat mereka berbicara kepada Tuhan dengan nada dua kali lipat lebih kuat dari pada  bila memakai kata kata mereka sendiri.

Kitab mazmur dapat dipakai sebagai materi/ dasar pemberitaan Firman, namun dapat pula dipakai untuk berdoa. Cara yang paling efektif dan lazim untuk memakai mazmur untuk berdoa adalah dengan menyanyikannya.

Menyanyikan Mazmur bukanlah hal baru di GKI. Telah lama kita mewarisi Nyanyian Mazmur Jenewa (Genevan Psalter) yang dulu dimuat dalam buku “Mazmur dan Nyanyian Rohani.” Sebagai karya musik yang telah berusia lebih dari lima abad dan dipakai luas di Gereja-gereja Reformasi, Mazmur Jenewa memiliki tempat yang tidak tergantikan dalam khasanah nyanyian jemaat dan masih layak dipergunakan dalam Kebaktian Minggu, sekalipun banyak jemaat kini tidak lagi memakainya.

Seiring dengan dipergunakannya leksionari dalam Kebaktian Minggu GKI, dimana setelah Bacaan Pertama umat diminta merespon atau menanggapi dengan sebuah Mazmur, dibutuhkan jenis nyanyian Mazmur agar jemaat dapat merenungkan keindahan syairnya, kemudian memberi respon dengan menyanyikan refreain, misalnya. Nyanyian Mazmur tanggapan (responsorial psalm) yang digubah khusus untuk merespon Bacaan Pertama. Penggubahan nyanyian mazmur tanggapan ini untuk melengkapi atau memperkaya koleksi nyanyian Mazmur yang telah kita miliki sejak lama. Menyanyikan Mazmur menjadi sangat indah jika pujian ini menjadi tanggapan jemaat akan pembacaan Firman Tuhan. Dengan demikian akan membawa pengaruh yang besar bagi jemaat yang akan terus menggema didalam sebuah pujian.

Menyanyikan mazmur dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :
1.  Responsorial, yaitu dengan cara teks mazmur dinyanyikan secara berbalasan antara cantor (pemimpin) dengan jemaat.
2.  Mendaras (chanting), cara ini dinyanyikan berbalasan antara cantor dan jemaat sesuai dengan pola nada, dimana syair mazmur diberi tanda notasi yang biasanya terdiri dari 4 atau 8 nada,kemudian dinyanyikan secara berbalasan. Kelehihan dari mendaras ini adalah kita tidak perlu mengubah teks mazmur. Kalimat yang pendek maupun panjang dapat dinyanyikan hanya dengan 4 nada.
3. Metrikal Psalm, cara ini syairnya diolah menjadi puisi bermetrik (memiliki jumlah suku kata dengan pola tertentu ditiap baitnya)
4.  Metrikal-Responsorial. Dengan cara teks mazmur dibuat menjadi nyanyian bermetrik (seperti Mazmur Jenewa) namun diberi refrain. Cantor menyanyikan teks Mazmur bermetrik, lalu umat merespon dengan menyanyikan refrain pendek.

(Dikutip dari buku “Musik dalam Ibadah” Komisi Liturgi dan Musik Sinode GKI, 2012)


FOTO KELUARGA dalam rangka Bulan Keluarga 2012 GKI TME


Dalam rangka Bulan Keluarga Tahun 2012 GKI Taman Majapahit mengadakan Foto Keluarga. Dan pada kesempatan ini kami tampilkan beberapa keluarga yg sudah ambil bagian dalam acara foto keluarga tsb.